Balai Harta Peninggalan Jakarta

Home Berita Urus Pembubaran PT. Mega Berlian Indonesia, Tim Likuidator BHP Jakarta Datangi Kejaksaan Negeri Lampung Utara

Urus Pembubaran PT. Mega Berlian Indonesia, Tim Likuidator BHP Jakarta Datangi Kejaksaan Negeri Lampung Utara

Email Cetak PDF

Kotabumi, Lampung Utara – Ketua Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta, Nurhendro Putranto bersama Tim Likuidator, Tamsir, Sekretaris/Anggota Teknis Hukum BHP Jakarta dan Prio Wijayanto, JFU Pengolah Data Harta Peninggalan mendatangi Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Kamis (04/08), kedatangan tim tersebut guna menindaklanjuti Penetapan Pengadilan Negeri Kotabumi, Lampung Utara Nomor : 15/Pdt.P/2015/PN.Kbu tanggal 18 Februari 2016 dalam amar penetapan tersebut BHP Jakarta ditetapkan sebagai Likuidator dan menunjuk Jaksa Pengacara Negara sebagai Anggota Tim Likuidator, dimana dalam perkara perdata tersebut Kejaksaan Negeri Lampung Utara selaku pemohon likuidasi menggandeng Balai Harta Peninggalan Jakarta untuk mengurus likuidasi/pembubaran perseroan PT. Mega Berlian Indonesia yang berkedudukan di Desa Peraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.

PT. Mega Berlian Indonesia adalah suatu perseroan bergerak dalam bidang Produksi Pupuk, dimana Direktur Utama perseroan tersebut telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja mengedarkan pupuk yang tidak sesuai dengan label” berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Kotabumi Nomor : 86/Pid.Sus/2015/PN.Kbu tanggal 22 Oktober 2015, bahwa dengan adanya putusan pidana tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara selaku pemohon sebagai Jaksa Pengacara Negara menganggap bidang usaha yang dijalankan PT. Mega Berlian Indonesia telah melanggar peraturan perundang-undangan/melanggar kepentingan umum, sehingga sesuai ketentuan dalam pasal 146 Undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menerangkan bahwa “Pengadilan Negeri dapat membubarkan perseroan atas permohonan kejaksaan berdasarkan alasan perseroan melanggar kepentingan umum atau perseroan melakukan perbuatan melanggar peraturan perundang-undangan”. dan berpedoman pada pasal 146 Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pemohon mengajukan pembubaran terhadap perseroan PT. Mega Berlian Indonesia ke Pengadilan Negeri Kotabumi, Lampung Utara dan sekaligus menunjuk Likuidator Balai Harta Peninggalan Jakarta untuk mengurus dan membereskan segala sesuatu mengenai boedel/harta kekayaan perseroan terhadap kewajibannya kepada para kreditornya.

Ketua Balai Harta Peninggalan Jakarta, Nurhendro Putranto, selaku Ketua Tim Likuidator sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan, Yusna Adia, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara dan Rusydi selaku Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Kejaksaan Negeri Lampung Utara menggandeng Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta, Kementerian Hukum dan HAM R.I., dalam pengurusan suatu perkara perdata dan harapan kedepan hubungan antar Instansi Pemerintah saling bersinergi dalam penegakan hukum serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dimana wilayah kerja Balai Harta Peninggalan Jakarta mencakup 8 (delapan) Provinsi dan salah satu wilayah kerjanya adalah Provinsi Lampung, Maka dari itu langkah yang akan dilakukan Balai Harta Peninggalan Jakarta adalah segera mengumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian/koran dan Berita Negara Republik Indonesia tentang  pembubaran PT. Mega Berlian Indonesia dan mengajukan pencabutan status badan hukumnya pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.